Hindari PAIN Untuk Capai PLEASURE

/, Blogs/Hindari PAIN Untuk Capai PLEASURE

Hidup adalah tentang menghindari pain dan mencapai pleasure.

Saya pernah terapi seorang pengusaha muda yang sangat sukses dalam bisnisnya.

Saat minta bantuan terapi, dia sedang mengalami permasalahan dalam hidupnya sehingga mengalami depresi.

Si klien bahkan mengatakan begitu depresinya, sampai saat pesanannya 2 mobil sport berharga masing-masing miliaran rupiah datang, melihatpun dia sudah tidak ingin.

Waktu awal bertemu saya sudah bisa mengamati bahwa barang barang bagus yg ada di rumahnya , mobil mobilnya yg mewah dll, adalah manifestasi dari citra diri yang ingin dicapainya (syarat dari bawah sadarnya untuk mencapai suatu rasa). Punya barang barang mewah sama sekali bukan hal yang keliru, namun sebagai terapis saya paham bahwa ada suatu pleasure yang tercapai atau ingin dicapai dengan memiliki barang barang tersebut.. Bisa jadi juga tanpa disadari ada suatu pain dibaliknya yang sudah dilupakan namun justru menjadi penyebabnya.

Lalu saya bertanya : ‘pak menurut anda apa yg membuat anda bisa begitu berhasil di aspek finansial?’. Dia menjawab : ‘oh saya suka tantangan’. Tanya saya lagi : ‘Bagaimana maksudnya suka tantangan?’.

Jawabnya : ‘maksudnya bidang bidang yang banyak orang anggap sulit dan mustahil untuk dijalankan, bagi saya itu tantangan untuk ditaklukan’.

Karena saya memahami bahwa tiap perilaku dan pemikiran kuat untuk mencapai pleasure umumnya juga berasal dari momen momen mengandung pain yang kuat, maka saya bertanya lagi : ‘kira kira apa yang menyebabkan anda suka akan tantangan?’.

Dia berpikir, merenung (mengakses database memori) lalu dia menjawab : ‘mungkin karena saya sering dibanding banding kan ya..’

Saya lanjutkan : ‘siapa seingat anda yang suka membandingkan anda, dan mengapa?’.

Pertanyaan saya susun sedemikian rupa untuk membuat pikirannya mengakses database memori nya, yaitu peristiwa peristiwa spesifik di masa lalunya tentang peristiwa dibandingkan (pain).

Dia menjawab lagi : ‘seingat saya ada 3 x mama membandingkan saya dengan anak lain, mama bilang kenapa saya tidak bisa sehebat si itu, dia udah pintar baik lagi’.

Dia melanjutkan : ‘dan saya ingat setiap mama bandingkan saya, saat itu pula saya membatin, saya akan buktikan kepada mama bahwa saya bisa lebih hebat dari teman saya itu..’

Dia melanjutkan :’bukan itu saja, dulu saya begitu bosan setiap hari harus terus ikuti jadwal ketat belajar dan hal hal rutin lain yang ditanamkan mama saya. Saya tidak mau tapi saya takut (konflik batin).

Sifat pikiran/alam bawah sadar adalah membuat pemaknaan spontan dan kemudian berbarengan dengan itu suatu emosi bisa positif atau negatif dihasilkan membalut peristiwa tersebut.

Jika dihasilkan emosi negatif maka kemudian keadaan semacam itu akan selalu diusahakan untuk dihindari entah disadari atau tidak. Jika menyenangkan maka situasi tersebut akan ingin dialami terus menerus.

Jika kita lihat secara umum maka keadaan finansial dan materi pengusaha muda tersebut sangat baik.. Kekuatan rasa sakit yang disebabkan momen momen saat mamanya membandingkan dirinya dengan anak lain (pain) begitu ingin dihindari dengan cara menghasilkan keadaan yang berkebalikan..

Dan dia berhasil untuk mencapai keadaan yang diinginkannya…

Namun tidak dapat dihindari juga bahwa suatu peristiwa yang menghasilkan emosi negatif kuat di masa lalu (pain), vibrasi nya akan di respon hukum alam semesta dan dihadirkan kembali disuatu momen di masa depan melalui keadaan dan atau orang orang yang berbeda namun menghasilkan rasa dan pemikiran negatif yang sama.

Inilah yang disebut pola berulang dan banyak sekali saya temukan dalam sesi terapi. Menurut pengamatan saya tiap permasalahan klien di saat ini, baik yang sudah dialami atau sangat ditakutkan untuk terjadi, selalu merupakan pola berulang masalah dr masa lalunya.

Dalam kasus pengusaha sukses ini, suatu pemicu berupa kejadian spesifik terjadi, menghantam dirinya dengan kecemasan tinggi, dan mulai terbukalah jalur traumanya, begitu takut untuk merasa diri tidak diterima, tidak berharga dan tidak disayang seperti pemaknaan dirinya di masa lalu waktu dibandingkan.

Jadi meskipun tidak selalu, namun umimnya suatu saat dalam kehidupan kita bisa dihadapkan kembali pada suatu keadaan tidak nyaman yg sebenarnya memicu kembali jalur jalur menuju memori memori traumatis dalam kehidupan seseorang. Dan ketika itu terjadi berarti saatnya kita ‘dealing with the past’ untuk memastikan langkah hidup kita kedepannya benar benar tidak dihalangi apa yang ada di masa lalu.

Jika saat ini suatu pemikiran mendatangkan kecemasan kuat atau mengganggu kita, sebelum berpikir positif sadari dulu gambaran keadaan seperti apa diujungnya yang paling kita takuti (worst case scenario). Sesungguhnya gambaran apapun yang paling kita takuti selalu berhubungan dengan database memori kita, yaitu kejadian kejadian mengandung emosi negatif yang pernah dialami namun sudah terlupakan.

Salam bahagia

Success
2019-07-21T11:45:55+07:00 Articles, Blogs|